Pengurus GRANAT dari Pusat Hingga Ranting Harus Jadi Mata & Telinga Pemerintah dalam Pemberantasan Narkoba

Selasa, 15 Maret 2022

Jakarta,- (Nawacitalink.com)

Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) Komjen Pol (Purn) Togar M. Sianipar berharap seluruh Pengurus GRANAT di daerah mulai dari DPD, DPC hingga ranting menjadi mata dan telinga bagi pemerintah terutama aparat penegak hukum dalam melaporkan segala tindak pidana kejahatan Narkoba di lingkungannya.

“Kami harapkan seluruh kader dan pengurus GRANAT di daerah mengikuti teladan yang dicontohkan Ketua Umum GRANAT Henry Yosodiningrat dalam mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan ke aparat penegak hukum jika ada di daerahnya praktik peredaran gelap atau penyalahgunaan Narkoba,” ungkap Togar saat dihubungi, Kamis (10/3/2022).

Hal itu disampaikan Togar setelah Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) yang menggerebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, dipimpin Polres Jakarta Utara dan dibantu TNI serta Satpol PP berhasil menangkap 26 bandar narkoba dan sejumlah preman yang menganggu kenyamanan dan keamanan di Kampung Bahari, Rabu (9/3/2022).

Sebagai informasi, penggerebekan aparat gabungan tersebut merupakan laporan warga Kampung Bahari melalui direct message (DM) kepada Ketum DPP GRANAT Henry Yosodiningrat yang diteruskan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan langsung diatensi khusus hingga dilakukan penindakan penangkapan 26 pelaku disertai penyitaan sejumlah alat bukti berupa sabu seberat 350 gram, 1500 butir ekstasi dan ganja sintetis, serta beberapa senjata tajam.

Di sisi lain Togar mengapresiasi atas target Polda Metro Jaya ke depannya yang akan menjadikan Muara Bahari, Tanjung Priuk, Jakarta Utara tersebut sebagai kampung tangguh bebas atau bersih narkoba.

“Itu ide yang sangat brilian dan patut diapresiasi. Namun harus dijadikan pelajaran kepada pejabat Kepolisian setempat yang menjalankan kebijakan kampung tangguh bebas narkoba di Kampung Bahari, untuk selanjutnya dilanjutkan program yang sudah bagus tersebut oleh pejabat kepolisian penerusnya, agar terus berkesinambungan. Seperti yang kita tahu, Kampung Bahari sempat bersih dari peredaran gelap narkoba, namun karena berganti pejabat, program pencegahan dan upaya menjaga kampung tersebut dari kejahatan narkoba akhirnya terhenti sehingga kembali dijadikan sarang narkoba oleh para bandar,” papar Togar.

Lebih lanjut ia mengatakan, kita punya pengalaman dalam membersihkan sarang narkoba di sejumlah daerah, termasuk Kampung Ambon yang dulu juga marak terjadi peredaran gelap narkoba, sekarang sudah relatif bersih.

“Karena itu, semoga aparst penegak hukum bisa meniru keberhasilan Kampung Ambon sebagai role model kampung sarang narkoba menjadi bersih atau sangat berkurang warga yang menjadi pemakai narkoba,” pungkas Togar.

(Pd/Red)

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

bannernew

Perkembangan Virus Corona

Baca Juga

Berita Terpopuler