Trisya Suherman : Moeldoko Disambut Puluhan Ribu Masa Abah Junaedi, Orasi Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Baghdadi

Senin, 4 Juli 2022

Karawang,- (Nawacitalink.com)

4 JUL 2022 Abah Junaedi, KSP Moeldoko, moeldoko, Moeldoko Center (MC), orasi kebangsaan, pondok pesantren al-baghdadi, Trisya, Trisya Suherman
Orasi Moeldoko di Pondok Pesantren Al Baghdadi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menghadiri Dzikir Akbar Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani, di Pondok Pesantren Al-Baghdadi, di Karawang, Jawa Barat, Sabtu malam (2/7). Didampingi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Akhmad, kedatangan Moeldoko disambut pengasuh Ponpes KH Junaedi Al-Baghdadi dan puluhan ribu jamaah, yang sejak sore sudah memadati lokasi acara.

“Semoga kehadiran beliau (Moeldoko) menambah barokah untuk Indonesia,” seru Abah Junaedi, panggilan K. Junaedi Al-Baghdadi, yang langsung diamini jamaah.

Trisya Suherman, Ketum Moeldoko Center membenarkan bahwa Jenderal TNI Purn DR. Moeldoko memang hadir di Dzikir Akbar Manaqib Ponpes Al-Baghdadi Sabtu (2/7) lalu. Sebelum melaksanakan dzikir bersama, Moeldoko didaulat untuk menyampaikan orasi kebangsaan. Tampil dengan setelan jas dan peci hitam, Panglima TNI 2013-2015 itu bicara soal pembentukan karakter bangsa.

“Saat bapak datang, beliau langsung disambut Abah Junaedi dan dan puluhan ribu jamaah, yang sejak sore sudah memadati lokasi acara” ujar Trisya Suherman Ketum Moeldoko Center.
Dalam orasi Kebangsaan Moeldoko mengatakan bahwa : “Membangun karakter bangsa dapat dilakukan dengan membentuk kebiasaan baik. Hal itu, tegas Moeldoko, sangat dipengaruhi keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan”

Kedekatan Moeldoko dan pesanteren berawal dari aktivitas sebuah langgar (surau/ musala) diceritakan dalam orasi kebangsaan hingga beliau menjadi seorang Jendral Militer, “Saya dulu kalau tidak jadi anak langgar (surau/musala) mungkin tidak akan jadi jenderal,” cerita Moeldoko. “Di situ saya digembleng, diajari disiplin, diajari ngaji, diajari saling berbagi. Dan semua itu terbawa sampai saat ini,” lanjutnya.

Berangkat dari pengalaman itu, Moeldoko menyebut, bahwa pesantren merupakan pusat pembentukan karakter yang bisa melahirkan sumber daya manusia unggul. Terlebih, jika ditambah dengan adanya majelis-majelis dzikir, seperti di Ponpes Al-Baghdadi.

Pada orasinya, Moeldoko juga menyampaikan beberapa capaian Presiden Jokowi. Seperti pembangunan infrastruktur, pengendalian Covid-19, dan pemulihan ekonomi nasional.

“Presiden Jokowi bercita-cita 2045 Indonesia Maju. Mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita beliau,” tutur Moeldoko, yang sekaligus menutup orasinya.

(Rls/Ysp).

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait