New Project - 2024-11-19T214019.275

DINAS PUPR KOTAWARINGIN BARAT ALOKASIKAN ANGGARAN TAHUN 2023 RP. 837.210.000,- UNTUK REKONSTRUKSI JALAN SP NATAI RAYA PELABUHAN RORO KUMAI.

Rabu, 1 Februari 2023

Pangkalan Bun,- (Nawacitalink.com)

Untuk merekonstruksi infrastruktur yang merupakan jalan utama menunju pelabuhan roro yang selama ini mengalami kerusakan di beberapa titik yang menjadi keluhan pengguna jalan yang menuju pelabuhan roro, untuk menggunakan kapal penyeberang angkutan penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Roro Tampenek menunju ke Pelabuhan Kendal di Jawa Tengah begitupun sebaliknya.

Jalan yang dalam kondisi rusak parah tersebut sangat membahayakan kendaraan yang bermuatan penuh dan kalaupun itu harus dipaksakan, oleh para Sopir, harus dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi karena kalau tidak memiliki keterampilan ektra bisa-bisa kendaraan terbalik ditengah jalan, itu yang dikatakan oleh Sopir Truck kepada Nawacitalink.com di
Pelabuhan Roro Tampenek Kumai.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah, tentu akan mengurangi minat para pengguna kapal Roro untuk melakukan penyeberangan dari jalur ini sehingga menurunkan minat pengguna kapal Roro dari Pelabuhan Tampenek.

Untuk menyikapi kondisi jalan yang demikian, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kotawaringin Barat, Ir. Hasyim Mualim dalam tahun 2023 ini telah menyiapkan anggararan sebesar Rp. 937.210.000,- untuk merekonstruksi jalan dengan menerapkan cor beton sehingga terjadi peningkatan kualitas jalan dan dengan demikian kendaraan yang melintas dapat menjadi aman, dan peningkatan rekontruksi jalan ke Pelabuhan Roro Tampenek Kumai tersebut akan terus berlanjut secara bertahap.

Dengan peningkatan kualitas jalan tersebut, Ir. Hasyim Mualim berharap agar minat para pengusaha angkutan darat yang menggunakan jasa penyeberangan kapal Roro dengan melalui Pelabuhan Tampenek makin meningkat.

Disinggung tentang kerusakan jalan dalam kota dan jalan-jalan pendukung lainnya, penanganan perbaikannya akan ditingkatkan, bukan lagi seperti pola lama yang menggunakan lapisan campuran laterit dan pengaspalan, yang sekarang ini dilakukan dengan pengecoran sehingga kerusakan ditempat yang sama tidak terulang kembali, tegas Ir. Hasyim Mualim.

(adtambunan-korwilkalteng/liputan).

banner-panjang

Baca Juga

Berita Terkait

bannernew

Perkembangan Virus Corona

Baca Juga

Berita Terpopuler